Aku, selaku pemilik & penuli blog, ingin mengumumkan bahwa aku sebenarnya dari Surabaya! Jadi kalau feedjit menuliskan aku dari Bandung, itu sebenarnya ada kesalahan.
AKU 100% DARI SURABAYA, JAWA TIMUR!!
This is the Picture!
- Seattle, U.S., since 1992
- Beijing, China, since 2006
- Kochi, Japan
- Mashhad, Iran
- Busan, South Korea
- Jeddah, Saudi Arabia
- Izmir, Turkey since 1996
- Guangzhou, China, since 2005
- Xiamen, China, since 2006 [2]
- Porto Alegre, Brazil since 2008
- Johor Bahru, Malaysia since 2008
- Fuzhou, China, since 2009 [3]
- Rotterdam, Netherlands
- Alexandria, Egypt [4]
- Kuching, Malaysia
Ok, GaJe. Just want to say that~ (=3=) Gak penting ya? Ya?? YA???? Gak usah teriak neng.
Hyoee~ Liburan akhir minggu ini terasa nyaman banget buat gue! Sumpah, minggu ini terasa panjang banget! Mungkin karena hari Selasa ulangannya ada 4 kali ya.. #PLAK
<(-.—) Humm..
(—.-)>Apa kagak ada kerjaan ya?
<(—.—)> Seperti yang anda lihat, inilah kerjaan seorang gadis berumur 13 tahun yang kurang kerjaan di hari liburnya. Paling cuma bisa plonga-plongo, cenga-cengo, cekak-cekok (?) sendirian di kamar.. (hikikomori akut).
...................................
..........................
.....
OH HELL!!! I'VE READ THIS AND THOSE, AND I FEEL VERY HAPPY ABOUT IT!
SAME-SEX MARRIED HAS BEEN LEGAL IN NORWAY & ICELAND!! (YIPPIEE)
IF YOU DON'T BELIEVE ME, READ THIS AND THIS!! WOW YEAH! IM SO HAPPY WHEN I READ THOSE! (I can make Iceland and Norway married now. Pfft, Hetalia Fict #SHOT)
So, the first one is Netherlands, then Belgium, Spain, Canada, South Africa, Norway, Sweden, Portugal, Iceland, and Argentina.
So, the first one is Netherlands, then Belgium, Spain, Canada, South Africa, Norway, Sweden, Portugal, Iceland, and Argentina.
So, almost all of NORDICS country legalize Same-sex Married:
- Iceland✓
- Norway✓
- Denmark >>Maybe no?
- Finland >>According to Brax it is possible that same-sex marriage will be legalized in Finland by 2012.
- Sweden✓
---------------------------------------------------------------------------
Meh: Hey Denmark! Don't flirt at Norway if you not legalized same-sex married! Just give him to Iceland, you anko uzai!
Den: NO! Forbidden love will be more thriling than normal love! And my country provides registered partnerships!
Meh: So what?! Just give him to Iceland already!
Den: NEVER! Norway is my Soulmate! My Sweet heart! I won't give him to Iceland! That's INCEST you, pedo!
Meh: YOU'RE THE PEDO ONE! NOT ME!!
Den: FUJOSHI!
Meh: GOAT-HEADED GUY!!
(At Iceland's home..)
Nor: ..Somehow, I feel someone debating about me in other place..
Ice: Maybe it's just your feeling, Noregur. No one will brave enough talking bad about you on your behind. *give Puffin a Cinnamon roll cake*
Nor: You're right *sipping his tea again*
Oh, yeah, look at this:
Aku nyelesaikan itu kemarin buat temen. Seorang cowok kucing yang shota plus uke.
cara pembuatannya di sini!
( ̄∠  ̄ )ノKyaah.. Mau nulis cerpen yaoi lagi nih.. Ini nih ceritanya..
Don't be worry, this time's story didn't contain LEMON, just contain sho-ai (so, it mean NO mature contents and yes unmature homosexual contents) however, don't hate me, don't block me, don't spam me.. I already warn you right? So PLEASE don't do anything bad to me~!
Gum adalah seorang anak SMA dengan postur tubuh anak SMP. Ia sering dijuluki kekanak-kanakan karena sifatnya yang sangat childish itu. Tapi anehnya, Gum hanya bersikap kalem kepada Grape—ketua kelas yang terkenal sangat rendah hati dan baik. Seisi kelas pun bingung kenap Gum yang aneh bin ajaib bisa tunduk kepada Grape yang baik hati dan biasa saja. Ada apa gerangan?
Dalam hati, Grape sendiri juga tidak mengerti kenapa Gum bersikap seperti itu hanya padanya. Perasaan ia tidak pernah memperlakukan Gum dengan aneh—lantas kenapa?
Suatu pagi, kelas masih sepi. Grape datang paling pagi hari itu karena ia mendapat giliran piket. Tak disangka-sangka begitu ia membuka pintu Gum sudah menunggunya di baliknya.Gum menawarkan bantuan kepada Grape, dan ia menerimanya.
-------------------------------------------------------------------------------------------
~Grape's POV~
Ada yang aneh dengan Gum. Hari ini aku merasakan aura aneh darinya.. Apa mungkin itu hanya perasaanku saja?, batinku sambil mencuri-curi pandang pada Gum saat membersihkan kelas.
"Ada apa, Grape?" Tanya Gum tiba-tiba. Wajahnya menampakkan senyum misterius.
"Ah, tidak ada apa-apa." kupalingkan wajahku dan kembali menyapu. Pikiranku mulai ngawur;jangan-jangan Gum bisa membaca pikiranku lagi? Aduh.. Lebih baik langsung mengajaknya berbicara saja!
"Anu.. Sebenarnya ada satu hal yang selalu mengganjal pikiranku,"
"Apa itu?"
"Kenapa kau hanya bersikap kalem kalau bersamaku, Gum?"
Mendengar pertanyaanku, ia hanya tertawa pelan, kemudian menatapku lurus kembali."Aku tidak bersikap kalem kepadamu, Grape. Aku memberikan perhatian kepadamu."
"Pe.. Perhatian?" Aku menghela nafas lega setelah mendengarnya. Akhirnya aku tahu alasan mengapa Gum hanya bersikap baik padaku. "Kau ingin menjadi sahabatku?"
"Ya, malah lebih dari sekadar itu." Suara Gum mendadak berubah, hatiku merasakan firasat tidak enak dengan kelanjutan dari ucapan Gum tadi. "Aku ingin menjadi pacarmu.."
Leherku serasa dicekik. Tubuhku terasa ciut saat melihat tatapan Gum. Anak itu serius. Dan perasaanku mengatakan kalau aku menolak pengakuan Gum maka hal yang lebih buruk akan terjadi. Kucengkram batang sapu kuat-kuat untuk membulatkan tekad.
"Maaf—kita sesama cowok, apalagi aku sedang tidak niat pacaran. Jadi, maaf..." Aku tak kuasa menatap mata Gum saat kata-kata tersebut meluncur dari bibirku. Aku takut Gum akan mendorongku, memaksaku, dan.. Tidak! Itu tak mungkin terjadi!
BRAK!!
Tubuhku berkedik sebentar saat suara bantingan itu terdengar. Tapi tak ada hal apapun yang terjadi setelahnya. Kubuka mataku sedikit demi sedikit. Tak ada sosok Gum di mana pun. Pergi ke mana dia?
------------------------------------------------------------------------------------
~Gum's POV~
Aku tahu ia bakal menolakku, tapi! Tapi! Tapi.. Rasanya tetap saja menyakitkan apabila ia sendiri yang mengatakannya! Bagaimana ini?! Air mataku mau menetes! Tahan.. Tahan..!
Kuseka air mataku dengan lengan bajuku. Bodoh dan cengeng, itulah aku. Aku ingin mengubah seluruh sifat burukku dan tampil sempurna di mata Grape—orang yang kusukai. Masalahnya, ia adalah orang yang sederhana, dewasa, dan baik hati—berbeda sekali denganku. Aku ingin sekali bisa menjadi seseorang yang pantas berdiri di sampingnya, mendampinginya, selamanya..
Hei! Aku berhasil merangkai kata-kata gombal dengan 3 kata berakhiran '-nya'!
-----------------------------------------------------------------------------------------
Setelah pelajaran dimulai, Grape merasakan kejanggalan. Gum—yang merupakan teman duduk sebelahnya juga—tidak ada di kelas. Ia jadi harus merangkai cerita bohong untuk membela Gum. Tapi.. Apa gerangan yang membuat Gum tidak masuk kelas? Apakah ia membolos karena merasa terlalu patah hati akibat penolakannya tadi? Walau begitu, Grape tidak bisa menerima pernyataan Gum. Ia mudah serius dalam menjalin hubungan seperti itu—oleh karenanya ia tak mau menyakiti Gum dan dirinya sendiri yang sudah terlanjur serius padahal tak ada seorangpun yang menerimanya. Menurutnya lebih cepat lebih baik.
------------------------------------------------------------------------------------------
BERSAMBUNG!
Wuaaah~ Rasanya kok malas tidur ya meski udah ngantuk (。-人-。) Habisnya kalau aku tidur besok aku bakal bangun, les, di rumah, tidur, bangun, sekolah... Males les ciagg!! Tapi rasa males ini harus kulawan.. Ukkh.. ukkhh... (>__<;) Aku sudah kelas 3! Harus rajin belajar! Belajar! Kkhh...
Sebagai tanda selamat tinggal pada hari Sabtu, aku menggambar Gum dengan style baru! BG + Lineart bwt di Paint, warna Gum (seluruh badan) + efek di SAI.
◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘◘


